
Klaten | Babinsa Desa Bolopleret Koramil 21/Juwirng Kodim 0723/Klaten Serda Drajad Nurhadi menghadiri kegiatan Sosialisasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Tahun 2020 Desa Bolopleret, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Senin (5/10/2020).
Selain Babinsa, tampak hadir pula Kades Bolopleret Catur Joko Nugroho, SE beserta Perangkat, Bhabinkamtibmas Bripka Triyono, Ketua UKM Puskesmas Juwiring Ibu Haryati, Bidan Desa Bolopleret Ibu Sukeksi Woro P., Amd.Keb., Ketua BPD Bolopleret Ibu Sulasmi, Ketua RT dan RW Se Desa Bolopleret dan Ibu-ibu Kader Kesehatan Desa Bolopleret.
Dalam Sambutannya, Kades Bolopleret Catur Joko Nugroho, SE mengatakan bahwa program STBM adalah pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Sesuai Kepmenkes RI Nomor 852/Menkes/SK/IX/2008 tentang Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, “ucapnya.
Sementara itu Babinsa Desa Bolopleret Serda Drajad Nurhadi mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung program STBM ini, dengan harapan akan terwujud masyarakat yang sehat dan produktif, menuju Klaten yang maju, mandiri dan berdaya saing, “terangnya.
Masih di Kantor Desa Bolopleret, Ibu Haryati selaku Ketua UKM Puskesmas Juwiring menambahkan bahwa Program STBM adalah cara untuk memicu serta mendorong perubahan perilaku higiene dan sanitasi Individu serta masyarakat atas kesadaran sendiri dengan menyentuh perasaan, pola pikir, prilaku dan kebiasaan individu atau masyarakat, “ungkapnya.
Selesai acara Sosialisasi, Bidan Desa Bolopleret Ibu Sukeksi Woro P., Amd.Keb. menindaklanjuti pelaksanaan program STBM tersebut dengan membetuk Tim STBM Desa Bolopleret yang berperan dan berpotensi sebagai daya ungkit untuk mendorong pelaksanaan pemicuan melalui 5 pilar STBM, meliputi Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, Pengamanan Sampah Rumah Tangga dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.
“ Hal itu dapat diwujudkan melalui 6 strategi Nasional yaitu Penciptaan lingkungan yang kondusif (enabling environment), Peningkatan kebutuhan sanitasi (demand creation), Peningkatan penyediaan sanitasi (supply improvement), Pengelolaan pengetahuan (knowledge management), Pembiayaan dan Pemantauan dan evaluasi, “pungkasnya. (red)